Oleh : Al Azzad
Tahukah bahwa bila suatu negeri sedang mengalami gundah gulana, rentan terhadap sentimen agama, tidak stabilnya keamanan negara dan rendahnya moralitas masyarakat. Itu adalah ujian terhadap suatu negeri yang sedang ditinggikan derajatnya negeri agar ke depan ssmakin lebih baik dengan mengambil hikmah dan pelajaran atas negerinya sendiri. Sehingga yang awalnya dan dulunya saling mencela dan mengancam maka kini dan akhirnya akan saling menasehati dan mengingatkan. Di saat itulah kebijaksanaan serta kedewasaan suatu negeri atas problematika kebangsaan akan semakin teruji dengan semangat keimanan dan keikhlasan.
Kejayaan Islam bukanlah sebuah ancaman bagi siapapun, karena dengan sistem Islam yang justru akan memberikan serta menjamin keadilan dan kesejahteraan. Bila Islam berjaya pada suatu negeri, dan kejayaan Islam itu dipegang oleh para pemimpin atau aktor publik yang amanah sesuai kaidahnya serta nuansa islami lagi qurani. Maka semua sistematika kehidupan dalam berbagai aspek akan diatur dengan baik sesuai intisari baik dari sistem musyawarah mufakat, sistem negeri yang baik, sistem ekonomi sejahtera, sistem politik amanah, sistem pendidikan akhlak, sistem sosial kesetaraan, sistem kesehatan terjamin, sistem budaya yang berkarakter, dan sistem kehidupan lainnya.
Melihat Indonesia saat ini, masih ada harapan bahwa ke depan umat Islam Indonesia adalah umat yang akan membawa kejayaan serta menjadi barometer atau ukuran untuk melihat realitas masyarakat muslim yang sangat dinamis. Ini bukan hanya mimpi belaka, sebab Indonesia yang beragam adalah rahmat dan anugerah Allah yang sangat indah sehingga penuh warna warni. Tidak menjadi problem antara mayoritas dan minoritas tentunya, justru semakin terjaga dan terawat dari virus mimalis yang sangat mudah terbasmi dengan cepat.
Bangkitnya kejayaan Islam Indonesia merupakan bagian dari keberagamaan negara kesatuan republik Indonesia. Hal ini karena Indonesia memiliki beragam organisasi masyarakat khususnya organisasi masyarakat Islam. Optimisme dalam kemajuan ialah bagian dari semangat organisasi masyarakat Islam yang akan semakin bahu membahu, tolong menolong dalam kebaikan, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, saling tabayyun, menjauhi prasangka serta permusuhan, dan secara bersama menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa batas. Hal tersebut dapat dicapai bila, egosentris manusia dapat dijauhkan, jauh dari kesombongan atas labelitas kepemimpinan secara struktur, berpikir secara luas dan terbuka tanpa sekat stratas sosial maupun nasab kebanggaan, serta terhindar dari logika nafsu yang hanya sifatnya sesaat maupun sejatinya fana.
Kejayaan Islam melalui organisasi masyarakat Islam inilah yang menjadi lokomotif negara Indonesia untuk bangkit dan sadar atas apa yang sebenarnya dimiliki. Bila saja berpikir dan berupaya lebih maju dengan konsep Li Ghod demi mencapai masa depan yang baik, maka semua dapat melakukan pembangunan apa saja tanpa hambatan serta goncangan yang arahnya pun dari mana saja. Keadaan ummat dewasa ini bukan untuk terus dihakimi, dipecah belah, dibentur-benturkan, dipengaruhi doktrinisasi tanpa dasar yang hanya sebatas retorika, diabaikan, ditinggalkan dan ditenggelamkan. Justru harus diperbaiki, disemangati, dituntun, dibawa ke arus kebaikan, dimodifikasi ke arah yang maju, diedukasi, dituntun, diphami maupun dipahamkan, dijaga, dirawat dan diselamatkan. Sehingga akan terbangun kekuatan ummat yang menjadi daya gerak kebangkitan untuk mencapai kejayaan Islam.
Tentu tidak mudah untuk melakukannya, butuh kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan secara nyata. Dan membutuhkan banyak elemen sebagai daya geraknya, daya juangnya, daya semangatnya, daya moralnya, daya ilmunya, daya imannya, daya takwanya, dan keadidayaan lainnya yang tumbuh serta mendarah daging pada setiap muslim dan muslimah. Tak lepas pula daya doa sebagai pengetuk pintu langit dan pembuka tabir kehidupan untuk menyambut kejayaan Islam di negeri Indonesia yang nan subur lagi makmur. Maka akan tercapai impian menunj bangkitnya kejayaan Islam Indonesia yang penuh keadidayaan dalam segala unsur dan aspek kehidupan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar